Website ini dalam tahap perbaikan dan uji coba
Silahkan laporkan bug/error website ini ke haekal.ahmad@gmail.com (email/facebook)
Dan jika hasil pencarian tidak relevan klik LAPORKAN >>

Navigation


Pencarian

Surat & ayat :
Misal : Al baqarah ayat 1- 4

Kalimat :
Misal : janganlah kamu memakan harta saudaramu

Hasil

Al Fatihah :1


1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang. [1]

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut
nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan
menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan
sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak
disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya,
tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah
satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan
karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang)
memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang
menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Fatihah :2


2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam. [3]

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatan-
nya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka
memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik.
Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan
seseorang terhadap ni'mat yang diberikannya. Kita menghadapkan
segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala
kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki,
Mendidik dan Memelihara. Lafadz "rabb" tidak dapat dipakai
selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti
rabbul bait (tuan rumah).
'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri
dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia,alam hewan,
alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya.
ALlah pencipta semua alam-alam itu.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Fatihah :3


3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Fatihah :4


4. Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5]

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan "mim",ia berarti:
pemilik. Dapat pula dibaca dengan "Malik" (dengan memendekkan
mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu
masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik
maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumul-
hisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Fatihah :5


5. Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada
Engkaulah kami meminta pertolongan. [7]

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan
ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran
ALlah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa
Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata
isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan
suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Fatihah :6


6. Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata "hidayaat": memberi
petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini
bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Fatihah :7


7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada
mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan
(pula jalan) mereka yang sesat. [9]

[9] Yang dimaksud dengan "mereka yang dimurkai" dan "mereka
yang sesat" ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran
Islam.

<< Sebelum Sesudah >>

Basmalah,

Al Baqarah :1


1. Alif laam miin [10].

[10] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian
dari surat-surat Al Qur'an seperti: alif laam miim, alif laam
raa, alif laam miim shaad dan sebagainya.
Diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada
Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada
pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang
memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat
bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para
pendengar supaya memperhatikan Al Qur'an itu, dan untuk
mengisyaratkan bahwa Al Qur'an itu diturunkan dari Allah dalam
bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka
tidak percaya bahwa Al Qur'an diturunkan dari Allah dan hanya
buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam
Al Quran itu.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Baqarah :2


2. Kitab [11] (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk
bagi mereka yang bertaqwa [12],

[11] Tuhan menamakan Al Qur'an dengan Al Kitab yang di sini berarti
"yang ditulis", sebagai isyarat bahwa Al Qur'an diperintahkan
untuk ditulis.

[12] Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti
segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala
larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.

<< Sebelum Sesudah >>

Al Baqarah :3


3. (yaitu) mereka yang beriman [13] kepada yang ghaib [14], yang
mendirikan shalat [15], dan menafkahkan sebahagian rezki [16] yang
Kami anugerahkan kepada mereka.

[13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan
ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah
mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

[14] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera.
Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-i'tikadkan adanya sesuatu
"yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada
dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah,
Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.

[15] Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah
ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi
dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan
kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya
dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan
adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu',
memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

[16] Rezki: segala yang dapat diambil manfa'atnya. Menafkahkan
sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah
direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh
agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum
kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.

<< Sebelum Sesudah >>